Selasa, 29 November 2011

diare

BAB  I

PANDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Penyakit diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di seluruh dunia, yang menyebabkan 1 billiun kejadian sakit dan 3-5 juta kematian tiap tahunnya. Di amerika Serikat, 20-35 juta kejadian diare terjadi setiap tahun. Dari jumlah tersebut 16,5 juta anak berusia kurang dari 5 tahun dan sekitar 400 sampai 500 anak mengalami kematian ( Nelson 2000,  dikutip dari Enggar,  2009 ).
 Saat ini morbiditas (angka kesakitan) diare di Indonesia mencapai 195 per 1000 penduduk dan angka ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara di Asean (http: www. kalbe.co.id). Diare juga masih merupakan masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Walaupun angka mortalitasnya telah menurun tajam, tetapi angka morbiditas masih cukup tinggi Penanganan diare yang dilakukan secara baik selama ini membuat angka kematian akibat diare dalam 20 tahun terakhir menurun tajam. Walaupun angka kematian sudah menurun tetapi angka kesakitan masih cukup tinggi. Lama diare serta frekuensi diare pada penderita akut belum dapat diturunkan ( Ira, 2002, dikutip dari Enggar,  2009 ).
Dari ulasan sedikit tentang diare diatas, makan penulis tertarik untuk membuat makalah tentang pendekatan ASUHAN KEPERAWATAN ANAK pada KLIEN dengan DIARE, yang mana nantinya akan bermanfaat bagi kita semua, dan harapan saya semoga makalah ini dapat sedikit membantu dalam pemecahan tentang masalah penyakit Atrhtis gout itu sendiri.

B.   Tujuan Penulisan
1.Tujuan Umum
      Setelah diberikan materi tentang Asuhan keperawatan pada anak dengan diare,diharapkan mahasiswa mampu memahami dan mengetahui apa itu diare.
            2 .Tujuan  Khusus
a.    Mahasiswa mampu menguraikan defenisi diare pada anak
b.   Mahasiswa mampu menyebutkan penyebab diare pada anak
c.    Mahasiswa mampu menyebutkan gejala diare pada anak
d.   Mahasiswa mampu menyebutkan penatalaksanaan diare pada anak
e.    Mahasiswa mampu memahami asuhan keperawatan pada anak dengan diare.

C.    Metode Penulisan
      Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode kepustakaan, yaitu dengan mempelajari dari berbagai buku referensi dan internet, yang relevan dengan asuhan keperawatan pada anak dengan diare.

D. Ruang Lingkup Penulisan

E.   Sistematika Penulisan











BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A.     KONSEP DASAR MEDIK
1. Pengertian
Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja). Dengan tinja berbentuk cair /setengah padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat.
Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari.Diare terbagi 2 berdasarkan mula dan lamanya , yaitu diare akut dan kronis (Mansjoer,A.1999,501).Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair.Pengertian  Menurut Haroen N, S. Suraatmaja dan P.O Asdil (1998), diare adalah defekasi encer lebih dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah atau lendir dalam tinja. Sedangkan menurut C.L Betz & L.A Sowden (1996).                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              
Diare merupakan suatu keadaan terjadinya inflamasi mukosa lambung atau usus. Menurut Suradi & Rita (2001),

2. Anatomi Fisiologi









Gbr : 1 http://www.google.co.id/imglanding?q=anatomi+pencernaan

      3. Etiologi
           a. Faktor Infeksi :
1) Bakteri; Enteropathogenic Escherichia Coli, Salmonella, Shigella, Yersinia Enterocolitica.
2) Virus; Enterovirus – Echoviruses, Adenovirus, Human Retrovirua seperti agent,  Rotavirus.
   3)  Jamur; Candida Enteritis.
   4)  Parasit; Giardia Clamblia, Crytosporidium.
   5)  Protozoa.
b. Bukan Faktor Infeksi :
  1)   Alergi makanan; susu, protein.
 2) Gangguan metabolik atau malabsorbsi; penyakit celiac, Cystic Fibrosis pada   pankreas.
 3)   Iritasi langsung pada saluran pencernaan oleh makanan.
 4)   Obat-obatan; Antibiotik.
                5)   Penyakit usus; Colitis Ulserative, Crohn Disease, Enterocolitis.
    6)   Emosional atau stress.
    7)   Obstruksi usus.







4. Patofisilogi















5. Klasi fikasi
         Menurut pedoman dari laboratorium/UPF Ilmu Kesehatan Anak, ( Universitas Airlangga  1994 Dikutip dari Nursalam 2005 ), diare dapat dikelompokkan menjadi:
a.       Diare akut, yaitu diare yang terjadi mendadak dan berlangsung paling lama 3-5 hari.
b.      Diare berkepanjangan bila diare berlangsung lebih dari 7 hari.
c.       Diare kronik bila diare berlangsung lebih dari 14 hari.
Sedangkan menurut pedoman yang dikutip dari Nursalam 2005, diare dapat dikelompokkan atau dikelasifikasikan menjadi :
1.      Diare akut, terbagi atas:
a)Diare dengan dehidrasi berat.
b)   Diare dengan dehidrasi ringan atau sedang.
c)   Diare tanpa dehidrasi.
2.      Diare persisten bila diare berlangsung 14 hari atau lebih, terbagi atas:
a)   Diare persisten dengan dehidrasi.
b)   Diare persisten tanpa dehidrasi
3.     Disentri apabila diare berlangsung disertai dengan darah.
6. Manifestasi Klinis
a.       Mula-mula anak\bayi cengeng gelisah, suhu tubuh mungkin meningkat, nafsu makan berkurang
b.       Serimh buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer
c.         Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercamur dengan empedu
d.       Anus dan sekitarnya lecet karena seringnya defekasi dan tinja menjadi lebih asam akibat banyaknya asam laktat
e.       Terdapat tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelas, (elastic kulit menurun), ubun-ubun dan mata cekung, membrane mukosa kering dan disertai penurunan berat badan
f.       Perubahan tanda-tanda vital, nadi dan respirasi cepat, tekanan darah turun, denyut jantung cepat, pasien sangat lemas, kesadaran menurun (apatis, samnolen, sopora komatus) sebagai akibat hipivokanik
g.      Diuretis berkurang (ologuria sampai anueria)
h.      Bila terjadi asidosis metabolic klien akan tampak pucat dan pernapasan cepat dalam (Kusmaul)
Menurut Ramaiah 2002, dikutip dalam Arifin, 2009. Gejala-Gejala Dehidrasi yaitu :
1.      Dehidrasi ringan
       a) Meningkatnya rasa haus
       b) Kegelisahan atau rewel
       c) Menurunnya elastisitas kulit
       d) Mulut dan lidah yang kering
       e) Mata yang kering karena tidak adanya air mata
       f) Mata yang cekung
2.    Dehidrasi Berat
             a)  Tangan dan kaki yang dingin dan lembab
             b)  Anak yang terlihat lemah, tidak sadar, atau lemas
             c)  Ketidakmampuan untuk minum
             d)  Hilagnnya elastisitas kulit secara sepenuhnya
             e)  Tidak ada air mata
             f)  Lapisan lendir yang sangat kering pada mulut
             g)  Pengurangan volume air seni yang parah atau tidak adanya air seni
Tanda dan Gejala Derdasarkan Derajat Dehidrasi Menurut WHO
No
Tanda dan gejala
Dehidrasi Ringan
Dehidrasi Sedang
Dehidrasi Berat
1
Keadaan umum
Sadar, gelisah, haus
Gelisah, rewel, mengantuk
Mengantuk, lemas, anggota gerak dingin, berkeringat, kebiruan, mungkin koma atau tidak sadar
2
Denyut nadi
Normal, kurang dari 120/menit
Cepat dan lemah 120-140/menit
Cepat, haus, kadang-kadang tak teraba, kurang dari 140/menit
3
Pernapasan
Normal
Dlam, mungkin cepat
Dalam dan cepat
4
Ubun-ubun besar
Normal
Cekung
Sangat cekung
5
Kelopak mata
Normal
Cekung
Sangat cekung
6
Air mata
Ada
Tidak ada
Seangat kering
7
Selaput lendir
Lembab
Kering
Sangat kering
8
Elastisitas kulit
Pada pencubitan kulit secara elastis kembali secara normal
Lambat
Sangat lambat ( lebih dari 2 detik )
9
Air seni warnanya tua
Normal
Berkurang
Tidak kencing

7. Kompilkasi
a.    Kehilangan Air (dehidrasi)
         Dehidrasi terjadi kehilangan air (output) lebih banyak dari pemasukan (input), merupakan penyebab terjadinya kematian pada diare.
b.     Gangguan keseimbangan asam basa (metabolic asidosis)
Hal ini terjadi karena kehilangan Na-bicarbonat bersama tinja. Metabolisme lemak tidak sempurna sehingga benda kotor tertimbun dalam tubuh, terjadinya penimbunan asam laktat karena adanya anoreksia jaringan. Produk metabolism yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal (terjadi oliguria) dan terjadinya pemindahan  ion Na dari cairan ekstraseluler kedalam cairan intraseluluer
c.      Hipoglikemi
Hipoglikemi terjadi pada 2-3 % anak yang menderita diare lebih sering, pada anak yang menderita KKP, hal ini terjadi karena adanya gangguan penyimpanan penyediaan glikogen dalam hati dan adanya gangguan absorbs glukosa. Gejala hipoglikemi akan muncul jika kadar glukosa darah menurun hingga 40 mg% pada bayi dan 50% pada anak-anak
d.   Gangguan Gizi
Terjadinya penurunan berat badan dalam waktu singkat, hal ini disebabkan oleh :
1.      Makanan sering dihentikan oleh oorang tua karena takut diare atau  muntah yang bertambah hebat
2.      Walaupun susu diteruskan, sering diberikan dengan pengeluaran dan susu yang ecer ini diberikan terlalu lama.
3.      Makanan yang di berikan sering tidak dapat dicerna dan diabsorbsi dengan baik karena adanya hiperperistaltik.
e.    Gangguan Sirkulasi
          Sebagai akibat diare dapat terjadi renjatan (shock) hipovolemik, akibatnya perfusi jaringan berkuarang dan terjadi hipoksia, asidosis bertambah berat dapat mengakibatkan perdarahan otak, kesadaran menurun bila tidasegera diatasi, klien akan meninggal.

8.      Pemeriksaan dianostik
          Pemeriksaan penunjang pada klien dengan gastroenteritis adalah pemeriksaan laboratorium, yang terdiri dari :
a.       Pemeriksaan leukosit
               Di dalam beberapa literatur dinyatakan bahwa diare terdapat leukopenia dan limposistosis relatif tetapi kenyataannya leukopenia tidaklah sering dijumpai.Pada kebanyakan kasus diare, jumlah leukosit pada sediaan darah tepi berada pada batas-batas normal bahkan kadang-kadang terdapat leukosit walaupun tidak ada komplikasi atau infeksi sekunder.Oleh karena itu pemeriksaan jumlah leukosit tidak berguna untuk diagnosa diare
         SGOT dan SGPT pada demam diare seringkali meningkat tetapi dapat kembali normal setelah sembuhnyadiare
b.      Biakan darah
            Bila biakan darah positif hal itu menandakan demam diare, tetapi bila biakan darah negatif tidak menutup kemungkinan akan terjadi demam diare Hal ini dikarenakan hasil biakan darah tergantung dari beberapa faktor :
1)      Teknik pemeriksaan Laboratorium
      Hasil pemeriksaan satu laboratorium berbeda dengan laboratorium yang   lain, hal ini disebabkan oleh perbedaan teknik dan media biakan yang digunakan. Waktu pengambilan darah yang baik adalah pada saat demam tinggi yaitu pada saat bakteremia berlangsung.
2)       Saat pemeriksaan selama perjalanan Penyakit.
                                  Biakan darah terutama positif pada minggu  pertama dan berkurang pada minggu-minggu berikutnya. Pada waktu kambuh biakan darah dapat positif kembali.
3)      Vaksinasi di masa lampau
     Vaksinasi terhadap demam diare di masa lampau dapat menimbulkan  antibodi dalam darah klien, antibodi ini dapat menekan bakteremia sehingga biakan darah negatif.
4)    Pengobatan dengan obat anti mikroba.
      Bila klien sebelum pembiakan darah sudah mendapatkan obat anti mikroba pertumbuhan kuman dalam media biakan terhambat dan hasil biakan mungkin negatif.
c.                Uji Widal
         Uji widal adalah suatu reaksi aglutinasi antara antigen dan antibodi  (aglutinin).Aglutinin yang spesifik dalam serum klien dengan typhoid juga terdapat pada orang yang pernah divaksinasikan.Antigen yang digunakan pada uji widal adalah suspensi salmonella yang sudah dimatikan dan diolah di laboratorium.Tujuan dari uji widal ini adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum klien yang disangka menderita diare., klien membuat antibodi atau aglutinin yaitu :
1.    Aglutinin O, yang dibuat karena rangsangan antigen O (berasal dari tubuh kuman).
2.      Aglutinin H, yang dibuat karena rangsangan antigen H (berasal dari flagel kuman).
3.      Aglutinin Vi,yang dibuat karena rangsangan antigen Vi (berasal dari simpai kuman)Dari ketiga aglutinin tersebut hanya aglutinin O dan H yang ditentukan titernya untuk diagnosa, Faktor – faktor yang mempengaruhi uji widal :
9.     Penatalaksanaan
         Ada beberapa prinsip Penatalaksanaan pada diare, yaitu :
1. Rehidrasi sebagai prioritas utama terapi
Ada 4 hal yang penting diperhatikan agar dapat memberikan rehidrasi yang cepat dan akurat, yaitu:
a. Jenis cairan yang hendak digunakan.
              Pada saat ini cairan Ringer Laktat merupakan cairan pilihan karena tersedia cukup banyak di pasaran meskipun jumlah kaliumnya rendah bila dibandingkan dengan kadar kalium tinja. Bila RL tidak tersedia dapat diberikn NaCl isotonik (0,9%) yang sebaiknya ditambahkan dengan 1 ampul Nabik 7,5% 50 ml pada setiap satu liter NaCl isotonik. Pada keadaan diare akut awal yang ringan dapat diberikan cairan oralit untuk mencegah dehidrasi dengan segala akibatnya.
b. Jumlah cairan yang hendak diberikan.
             Pada prinsipnya jumlah cairan cairan yang diberi harus sama
dengan jumlah cairan yang telah hilang melalui diare dan/atau muntah (previous water losses = PWL); ditambah dengan banyaknya cairan yang hliang melalui keringat, urine, dan pernapasan (normal water losses = NWL); dan ditambah dengan banyaknya cairan yang hilang melalui tinja dan muntah yang masih terus berlangsung (concomitant water losses = CWL). Jumlah ini tergantung pada derajat dehidrasi, serta berat badan masing-masing anak atau golongan umur.   
Ada beberapa cara untuk menghitung jumlah cairan yang hilang, yaitu :
1)          Mengukur BJ Plasma
            BJ Plasma – 1,025
        ———————- x BB x 4 ml
            0,001

2)               Metode Pierce
Berdasarkan keadaan klinis, yakni:
diare ringan, kebutuhan cairan = 5% x kg BB
diare sedang, kebutuhan cairan = 8% x kg BB
diare berat, kebutuhan cairan = 10% x kg BB
3)               Metode Daldiyono
Berdasarkan scoring keadaan klinis sebagai berikut:
1.   Rasa haus/muntah = 1
2.   BP sistolik <60 mmHg = 1
3.   BP sistolik <60 mmHg = 2
4.   Frekuensi nadi >120 x/mnt = 1
5.   Kesadaran apatis = 1
6.   Kesadaran Samnolen, sopor atau = 2
7.   Frekuensi napas >30 x/mnit = 1
8.   Facies cholerica = 2
9.   Vox cholerica = 2
10.  Turgor kulit menurun = 1
11.  Washer women’s hand = 1
12.  Ekstremitas dingin = 1
13.  Sianosis = 2
14.  Usia 50-60 tahun = 1
15.  Usia >60 tahun = 2
16.  Kebutuhan cairan  =
Skor
——– x 10% x kgBB x 1 ltr
15
Atau bisa juga dihitung berdasarkan :
1.                  Jumlah cairan (ml) yang hilang pada anak umur <2 tahun (BB 3-10 kg) sesuai dengan derajat dehidrasi
Dehidrasi     PWL     NWL     CWL    Jumlah
 -ringan        50          100         25          175
 -sedang       75          100         25          200
-berat          125        100         25          250

2.                  Jumlah cairan (ml) yang hilang pada anak umur 2-5 tahun (BB 10-15 kg) sesuai dengan derajat dehidrasi
Dehidrasi     PWL      NWL     CWL     jumlah
-ringan          30          80           25         135
-sedang         50          80           25         135
-berat            80          80           25         185

3.                  Jumlah cairan (ml) yang hilang pada anak ummur >15 tahun (BB 15-25 kg) sesuai dengan derajat dehidrasi
Dehidrasi       PWL     NWL     CWL     jumlah
-ringan            25         65            25         115
-sedang           50         65            25         140
-berat              80         65            25          170

 c.    Jalan masuk atau cara pemberian cairan.
Rute pemberian cairan pada orang dewasa meliputi oral dan intravena. Larutan orali dengan komposisi berkisar 29 g glukosa,  3,5 g NaCl, 2,5 g NaBik dan 1,5 g KCl stiap liternya diberikan per oral pada diare ringan sebagai upaya pertama dan juga setelah rehidrasi inisial untuk mempertahankan hidrasi.


d.    Jadwal pemberian cairan
Jadwal rehidrasi inisial yang dihitung berdasarkan BJ plasma atau sistem skor diberikan dalam waktu 2 jam dengan tujuan untuk mencapai rehidrasi optimal secepat mungkin. Jadual pemberian cairan tahap kedua yakni untuk jam ke-3 didasarkan pada kehilangan cairan selama 2 jam fase inisial sebelumnya. Dengan demikian, rehidrasi diharapkan lengkap pada akhir jam ke-3.
2.   Tata kerja terarah untuk mengidentifkasi penyebab infeksi.
Untuk mengetahui penyebab infeksi biasanya dihubungkan dengan dengan keadaan klinis diare tetapi penyebab pasti dapat diketahui melalui pemeriksaan biakan tinja disertai dengan pemeriksaan urine lengkap dan tinja lengkap.
Gangguan keseimbangan cairan, elektrolit dan asam basa diperjelas melalui pemeriksaan darah lengkap, analisa gas darah, elektrolit, ureum, kreatinin dan BJ plasma.Bila ada demam tinggi dan dicurigai adanya infeksi sistemik pemeriksaan biakan empedu, Widal, preparat malaria serta serologi Helicobacter jejuni sangat dianjurkan. Pemeriksaan khusus seperti serologi amuba, jamur dan Rotavirus biasanya menyusul setelah melihat hasil pemeriksaan penyaring.
Secara klinis diare karena infeksi akut digolongkan sebagai berikut:
a. Koleriform, diare dengan tinja terutama terdiri atas cairan saja.
b.  Disentriform, diare dengan tinja bercampur lendir kental dan kadang-kadang darah.
Pemeriksaan penunjang yang telah disinggung di atas dapat diarahkan sesuai manifestasi klnis diare.
                        Cara Mengatasi Diare Pada Saat Dirumah
Karena diare dapat menyebabkan dehidrasi ( kekurangan cairan ), kekurangan gizi, kekurangan glukosa, dan gangguan sirkulasi darah. Dehidrasi berat dapat menyebabkan kematian. Dehidrasi dapat diatasi dengan pemberian cairan pengganti, misalnya oralit atau cairan rumah tangga ( larutan gula-garam ).


Cara Pembuatan Oralit
                        Oralit tersedia dalam 2 ukuran, yaitu:
1. Ukuran besar
Masukkan 1 bungkus oralit ukuran besar ke dalam 5 gelas air ( 1000 cc ) aduk hingga rata.
2. Ukuran kecil
Masukkan 1 bungkus oralit ukuran kecil ke dalam 1 gelas air ( 200 cc ) aduk hingga rata.
Takaran Oralit yang Harus Diberikan
1. Anak dibawah umur 1 tahun
                           3 jam pertama 1 ½  gelas, selanjutnya ½  gelas setiap kali diare.
2. Anak 1-5 tahun
4  jam pertama 3 gelas, selanjutnya 1 gelas setiap kali diare.
     Cara Membuat Larutan Gula Garam
 1.  Pertama kita harus menyediakan gula pasir sebanyak satu sendok teh tidak lebih tidak kurang agar larutan yang akan dibuat bisa maksimal.
2.   Kedua yaitu garam dapur kalau bisa yang halus agar dapat larut dengan mudah ,takaran yang diperlukan sebanyak seperempat sendok teh.
3.  Ketiga adalah air masak atau air teh yang masih hangat namun tidak selagi mendidih.Takarannya sebanyak satu gelas atau sekitar 200 ml.
4.   Keempat yaitu gelas tersebut  kita aduk sampai gula dan garamnya benar-benar larut dalam air.
Setelah selesai kita bisa langsung meminumnya ( Langgan, 2009 ).
B.     KONSEP DASAR KEPERAWATAN
1.      pegkajian keperawatan
a.      Identitas pasien/biodata
         Nama lengkap, jenis kelamin, tempat/tanggal lahir, umur, tempattinggal/alamat,suku bangsa, nama orang tua, pekerjaan orang tua dan penghasilan. Pada pasien diare akut, sebagian adalah anak yang besar, umur di bawah dua tahun. Insiden paling tinggi pada umur 6-11 bulan karena pada masa ini mulai diberikan makanan pendamping.
b.      Keluhan utama
         Buang air besar (BAB) lebih dari 3 kali sehari, BAB < 4 kali sehari dan cair (diare tanpa dehidrasi), BAB 4-10 kali dan cair (dehidrasi ringan/sedang). Atau BAB > 10 kali (dehidrasi berat), apabila diare berlangsung <14 hari maka diare tersebut adalah diare akut, sementara apabila berlangsung selama 14 hari atau lebih adalah diare persisten.
c.       Riwayat Kesehatan Sekarang
Pada umumnya anak masuk Rumah Sakit dengan keluhan buang air cair berkali-kali baik disertai atau tanpa dengan muntah, tinja dpat bercampur lendir dan atau darah, keluhan lain yang mungkin didapatkan adalah napsu makan menurun, suhu badan meningkat, volume diuresis menurun dan gejala penurunan kesadaran
d.      Riwayat Kesehatan Masa Lalu
Meliputi pengkajian riwayat :
1)   Prenatal
Kehamilan yang keberapa, tanggal lahir, gestasi (fulterm, prematur, post matur), abortus atau lahir hidup, kesehatan selama sebelumnya/kehamilan, dan obat-obat yang dimakan serta imunisasi.
2)      Natal 
      Lamanya proses persalinan, tempat melahirkan, obat-obatan, orang yang menolong persalinan, penyulit persalinan.
3)   Post natal
Berat badan nomal 2,5 Kg – 4 Kg, Panjang Badan normal 49 -52 cm, kondisi kesehatan baik, apgar score , ada atau tidak ada kelainan kongenital.
4)   Feeding
Air susu ibu atau formula, umur disapih (2 tahun), jadwal makan/jumlahnya, pengenalan makanan lunak pada usia 4-6 bulan, peubahan berat-badan, masalah-masalah feeding (vomiting, colic, diare), dan penggunaan vitamin dan mineral atau suplemen lain.


5)      Penyakit sebelumnya
  Penyebabnya, gejala-gejalanya, perjalanan penyakit, penyembuhan, kompliksi, insiden penyakit dalam keluarga atau masyarakat, respon emosi terhadap rawat inap sebelumnya.
6)   Alergi
Apakah pernah menderita hay fever, asthma, eksim. Obat-obatan, binatang, tumbuh-tumbuhan, debu rumah
7)   Obat-obat terakhir yang didapat
Nama, dosis, jadwal, lamanya, alasan pemberian.
8)   Tumbuh Kembang
Berat waktu lahir 2, 5 Kg – 4 Kg. Berat badan bertambah 150 – 200 gr/minggu, TB bertambah 2,5 cm / bulan, kenaikan ini terjadi sampai 6 bulan. Gigi mulai tumbuh pada usia 6-7 bulan, mulai duduk sendiri pada usia 8-9 bulan, dan bisa berdiri dan berjalan pada usia 10-12 bulan.

e.       Riwayat Psikososial
Anak sangat menyukai mainannya, anak sangat bergantung kepada kedua orang tuanya dan sangat histeris jika dipisahkan dengan orang tuanya. Usia 3 tahun (toddlers) sudah belajar bermain dengan teman sebaya.

f.        Riwayat Spiritual
Anak sudah mengenal beberapa hal yang bersifat ritual misalnya berdoa.

Pemeriksaan Tingkat Perkembangan
1)      Motorik Kasar
Sudah bisa naik/turun tangga tanpa dibantu, mamakai baju dengan bantuan, mulai bisa bersepeda roda tiga.
2)      Motorik Halus
Menggambat lingkaran, mencuci tangan sendiri dan menggosok gigi
3)      Personal Sosial
Sudah belajar bermain dengan teman sebayanya.
2.      Diagnosa Keperawatan
a. Kekurangan volume cairan b.d kehilangan berlebihan melalui feses dan muntah serta intake terbatas (mual).
b. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d gangguan absorbsi nutrien dan peningkatan peristaltik usus.
c. Nyeri (akut) b.d hiperperistaltik, iritasi fisura perirektal.
d.Kecemasan keluarga b.d perubahan status kesehatan anaknya
e. Kurang pengetahuan keluarga tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan terapi b.d pemaparan informasi terbatas, salah interpretasi informasi dan atau keterbatasan kognitif.
f. Kecemasan anak b.d perpisahan dengan orang tua, lingkungan yang baru.





















BAB III
TINJAUAN KASUS
A.    Pengkajian
1.      Identitas
Nama klien                              :           An”F”
Umur                                       :           7 bulan
Jenis kelamin                           :           Laki-laki
Suku bangsa                            :           Jawa
Tempat/TGL Lahir                  :           Tanjungpinang/8 Desember 2007
Nama ayah/ibu                        :           Tn. D/Ny.G
Agama                                     :           Islam
Alamat                                                :           Jl. Tanjungunggat Gg. Nibung No.43
Tanggal masuk                        :           19/07/2008 (18.00 wib)
Tanggal Pengakajian               :           21/07/2008
Ruangan/kamar                       :           Subi kecil/10
Nama dokter                           :           dr. “S”,SpA

2.      Riwayat keperawatan
a.       Riwayat kesehatan sekarang
-          Keluhan utama saat ini
      Ibu klien mengatakan pada tanggal 21 juli 2008, klien buang air besar sudah 4 kali dan fesesnya ender. Ia juga mengatakan semenjak di Rumah sakit, anaknya rewel. Ibu klien mengatakan kurang faham mengenai penyakit yang diderita anaknya.
b.      Riwayat Kehamilan dan kelahiran
-          Prenatal
Ini merupakan kehamilan yang pertama bagi ibu klien. Sebelumnya ibu klien tidak pernah mengalami keguguran maupun aborsi.

-          Natal
      Selama hamil, ibu klien mengalami mual, muntah, hingga usia kehamilan 5 bulan. Pada saat hamil ibu klien juga malas beraktifitas, bawaanya hanya ingin tidur saja. Ibu klien setiap bulan melakukan pemeriksaan kehamilan di praktek dr. “M” dan setiap kali pemeriksaan dr. “M” mengatakan kondisi janin baik. Setiap kali pemeriksaan ibu klien diberikan vitamin agar daya tahan tubuhnya kuat.
-          Post natal
Pada saat melahirkan, ibu klien melahirkan di Rumah bersalin dengan persalainan normal, tidak ada kesulitan dalam melahirkan. Bayi lahir sehat dengan berat badan = 2900 gram, dan panjang badan = 48 cm dan menangis keras
c.       Riwayat masa lampau
      Ibu klien mengatakan sebelumnya klien tidak pernah di rawat di Rumah sakit. Klien hanya menderita penyakit biasa seperti demam, batuk dan pilek. Jika klien sakit, ibu klien langsung membawa anaknya ke dokter anak, dan obat-obat yang digunakan adalah obat dari dokter. Klien tidak ada alergi makanan, obat, lingkungan maupun binatang. Klien juga tidak pernah mengalmi kecelakaan dalam bentuk apapun. Imunisasi klien belum lengkap karena umur klien belum cukup untuk mendaptkan imunisasi tersebut.
d.      Riwayat social
      Klien di asuh oleh ibu, kakek, dan neneknya. Sewaktu sehat klien sangat aktif dan senang jika ada teman sebayanya yang datang kerumahnya. Keadaan disekitar rumah terdapat selokan, rumah milik sendiri, sumber air PAM, dan WC septink tank
e.       Riwayat kesehatan keluarga
      Keluarga klien tidak ada yang memiliki penyakit menular maupun penyakit keturunan
(Genogram)

 


 






Keterangan      :
                        : Perempuan                                          : Klien          
                        : Laki;laki       
Dalam keluarga klien tidak ada yang pernah mengalami penyakit seperti klien dana dalam genogram yang telah digambarkan klien berada pada garis keturunan yang pertama.

f.       Riwayat Sosial dan spiritual
     Keluarga klien selalu mengikuti ibadah dengan baik. Tidak ada nilai-nilai kepercayaan yang bertentangan dengan kesehatan. Keluarga klien percaya bahwa setiap orang bisa terkena penyakit dan setiap penyakit bisa di sembuhkan asalkan kita mau berusaha.


3.      Kebiasaan sehari-hari
a.       Pola nutrisi
Sebelum msauk Rumah sakit klien biasanya makan 3 kali sehari dengan menu  sun bubur merah, di Rumah Sakit klien hanya menghabiskan ½ porsi. Klien masih mengkonsumsi ASI. Ibu klien mengatakan berat badan anaknya turun, sebelum sakit berat badan anknya 8,4 kg dan saat sakit 8,2 kg
b.      Pola eliminasi
           Sebelum masuk Rumah Sakit frekuensi BAB 2 x / hari dengan komsistensi lembek dan biasanya di pagi dan sore hari. Untuk frekuensi BAK sebelum masuk rumah sakit 7-8 x / hari, warna urine kuning jernih, dan bau khas urine. Namun semenjak sakit BAB klien 4-5 x / hari dengan konsistensi cair. Sedangkan BAK 5-7 x/hari. Disekitar anus terdapat ruam berwarna kemerah-merahan
c.       Pola kebersihan diri
Personal hygiene klien sebelum masuk rumah skait antara lain : Klien man di 2-3 kali sehari dengan mneggunakan sabun yaitu pagi dan sore. Tetapi selama di rumah sakit mulai tanggal 19 juli sampai dengan penulis melakukan pengkajian klien belum ada mandi, hanya dibasuh dengan air hangat saja dan ibu klien mengganti pakaian klien setiap hari.
d.      Pola istirahat tidur
           Ibu klien mengatakan sebelum sakit klien tidur 13-14 jam / hari dengan lama tidur siang 3-4 jam dan tidur malam 10-11 jam, tetapi semenjak di rumah sakit , klien mengalai kesulitan tidur, tidur tidak tenti dan gelisah.

4.      Riwayat perkembangan
a.       Perkembangan fisik
Berat badan = 8,2 kg dank lien belum tumbuh gigi.
b.      Motorik kasar
Klien belum bisa duduk dan belum nisa berjalan
c.       Perkembangan bahasa
Klien bisa mnegatakan ma-ma, pa-pa, memahami perintah verbal, klien mengerti kata da-da yang di katakan oleh orang lain kepadanya.
d.      Perkembangan sensori
Klien dapat mengikuti objek bergerak, klien berespon/ menoleh pada saat namanya di panggil.
e.       Motorik halus
Klien mamapu memegang benda dengan satu tangan.
5.      Pemeriksaan fisik
a.       Tingkat kesadaran
     Kesadaran umum klien compos mentis
Tanda-tanda vital
Suhu= 360 c, Nadi = 128x/menit
Pernapasan = 24x/menit
Berat badan =8,2 kg
b.      Kepala
     Kepala klien terlihat bulat dan bersih, tidak terdapat benjolan
c.       Mata
     Posisi mata simetris, mata tampak cekung, kelopak mata normal, pergerakan mata normal, konjungtiva anemis, kornea jernih, sclera anikteik, pupil ishokor, otot-otot mata tidak terdapat kelainan, tidak terdapat benda-benda radang, reaksi mata kanan dan kiri terhadap cahaya baik, klien dapat mebuka mata secara spontan.
d.      Sistem pendengaran
     Inspeksi :
     Daun telinga simetris kiri dan kanan, kondisi telinga sedikit kotor terdapat sedikit serumen, dan klien tidak memakai alat bantru pendengaran.
e.       Hidung
     Bentuk simetris, tidak terdapat polip, dan tidak ada secret.


f.       Refleks
     Refleks menelan ada, kesulitan aktifitas ada, karena di tangan kiri klien terpasang infuse.
g.      Leher
     Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid.
h.      Respirasi
     Frekuensi pernapasan klien 24x/menit, irama teratur dan dalam jalan nafas bersih tidak ada usaha bernafas dengan menggunakan otot bantu pernapasan. Suara nafas bersih dan tidak terdapa secret pada jalan nafas.
i.        Sistem kardiovaskuler
     Ritme beraturan, nadi 128x/ m, tidak ada pembesaran jantung
j.        Abdomen
     Bentuk abdomen simetris, palpasi abdomen tidak di temukan benjolan. Auskultasi bising usus 25x/m. Tidak menggunakan kateter.
k.      Sistem musculoskeletal
     Keadaan ekstremitas anggota garak tangan dan kaki tidak ada kekakuan. Klien belum bisa berjalan, tidak ada sakit pada sendi, tonus otot kuat.
l.        Kulit
     Warna kulit pucat, membran mukosa kering, suhu teraba hangat, turgor elastic.








Informasi penunjang
Pemeriksaan Hematologi Tanggal 19/07/2008
HB                  :           11,9 gr %
Leukosit          :           12900 mm3
Eritrosit           :           4,6 juta/mm3
Trombosit        :           159.000mm3

Pemeriksaaan feses tanggal 19 juli 2008
a.       Warna/bentuk        :           kuning / encer
b.      Lendir                   :           (+)
c.       Telur                      :           (-)
d.      Darah                    :           (-)
e.       Amoeba                 :           (-)
Penatalaksanaan Medik
a.                KN 3B                          : 20 tetes
b.               Rycef                : 2x200 mg
c.                Zinkid               : 2x ½
d.               Biogesic puyer  :3x1 puyer







                             DATA FOKUS
                    Nama klien         : An. “F”                                               No. Register    :00490
                    Umur                  : 7 bulan                                                Ruang              : Subi Kecil
Tanggal
Data Subjektif
Data objektif
21-07-2008      
1. Ibu klien mengatakan  nafsu makan anaknya sedikit berkurang


2.Ibu klien mengatakan BAB sudah 3-4 ksli dalam satu hari ini dengan konsistensi cair
3. Ibu klien mengatakan kurang mengerti tentang penyakit anaknya.
4. Ibu klien mengatakan berat badan anaknya turun
5. Ibu klien mengatakan ada ruam disekitar anus.
6.Ibu klien mengatakan ruam klien berwarna kemerah-merahan.
7. Ibu klien mengatakan BB klien sebelum sakit =8,4 kg
1. Tanda –tanda vital
S : 360 C
N : 128 x/m
RR :24x/m
2.Klien tampak gelisah/rewel

3.Mukosa kering
4.Klien hanya mneghabiskan makan ½ porsi bubur sun merah.
5. BB klien setelah sakit 8,2 kg

6.Terdapat ruam ± 2 cm berwarna kemerah-merahan.
7. Peristaltic usus 25x/m
8. Intake ±1900 cc/24 jam
9.Output 1800 cc/24 jam



                          ANALISA DATA
              Nama klien    : An. “F”                                                         No. Register    : 00490
              Umur             : 7 bulan                                                          Ruang              : Subi Kecil
NMNNo
Tanggal
Data
Masalah
Etiologi
1.
21/07/2008
DS:
-Ibu klien mengatakan nafsu makan anaknya sedikit berkurang
-Ibu klien mengatakan BAB sudah 3-4 kaai dan encer
-Ibu klien mengatakan berat badan anaknya turun
-Ibu klien mengatakan BB sebelum sakit = 8,4 kg
DO :
-Klien hanya menghabiskan makan ½ porsi bubur sun
-BB klien setelah sakit 8,2 kg
-Peristaltik usus 25 x/m
Intake ±1900cc/24 jam
Output1800 cc/24 jam

Perubahan nutrisi kurang dari kebtuhan tubuh
Output yang berlebihan







2.
21/07/2008
DS:
-Ibu klien mengatakan nafsu makan ankanya sedikit berkurang
-Ibu klien mengatakan BAB sudah 3-4 kali dan encer
-Ibu klien mengatakan berat badan anaknya turun
-Ibu klien mengatakan BB sebelum sakit=8,4 kg
DO:
-klien hanya menghabiskan makan ½ porsi bubur sun
-BB klien setelah skit 8,2 kg
-Peristaltik usus 25 x/m
-Intake ±1900cc/24 jam
-output 1800cc/24 jam






Kekurangan volume cairan

Intake inadekuat
3
21/07/2008
DS:
-Ibu klien mengatakan ada ruam disekitar anus
-Ibu klien mengatakan ruam berwarna kemerah-merahan
DO:
-Terdapat ruam di sekitar anus ± 2 cm, berwarna kemerah-merahan
 Gangguan integritas kulit


BAB yang encer dan sering





4
21/07/2008
DS :
-Ibu klien mengatakan kurang mengerti tentang penyakit anaknnya
DO
-Klien tampak cemas
Kurang pengetahuan tentang penyakit
Kurang informasi

B.     Diagnosa keperawatan
1.      Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output yang berlebihan
2.      Kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake inadekuat
3.      Gangguan integritas kulit berhunbungan dengan BAB yang encer dan sering
4.      Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurangya informasi








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar